Cara Mengelola Generasi Y, Apa kamu termasuk?

Saat ini adalah zaman penuh percepatan. Di zaman ini arus informasi begitu cepat, penyebaran ilmu sangat masif, dan komunikasi hampir tak ...

Saat ini adalah zaman penuh percepatan. Di zaman ini arus informasi begitu cepat, penyebaran ilmu sangat masif, dan komunikasi hampir tak terbatas. Zaman serba cepat melahirkan Gen Y, sebuah generasi yang berpikiran sangat terbuka dan siap belajar namun juga kritis.

Seringkali terjadi shock saat dua generasi berbeda bertemu. Seorang pemimpin di dalam perusahaan dengan gaya generasi lama, harus memimpin para Gen Y yang sangat dinamis. Perbedaan gaya ini berpotensi menyebabkan banyak hambatan.

Contoh nyata, di generasi sebelumnya sejak kecil seseorang terbiasa duduk diam dan mendengar serta serba menurut saat belajar sesuatu. Pola ini sudah dibiasakan sejak di sekolah, hingga bekerja. Saat menjadi pemimpin dan berusaha mengembangkan timnya, orang-orang dari generasi lama cenderung mengajarkan timnya seperti bagaimana dahulu ia diajar, dengan ceramah dan instruksi satu arah dan harus diikuti.

Generasi Y atau disebut Gen Y cukup berbeda. Segala apa yang diajarkan, mereka bisa dengan mudah mencarinya di internet dengan mesin pencari seperti google atau semacamnya. Informasi di dalam pikiran mereka sangat banyak karena arus informasi yang tak lagi mengenal batas. Lingkungan pergaulan mereka menjadi semakin luas akibat dari mudahnya komunikasi. Gen Y menjadi pribadi-pribadi yang cenderung tak suka digurui.

Kala pemimpin dari generasi lama berusaha membangun kapasitas timnya dengan cara lama, lebih banyak memberi instruksi dan ceramah satu arah, masalah pun terjadi. Sang pemimpin menganggap Gen Y sebagai pembangkang. Gen Y menganggap pemimpinnya terlalu banyak bicara, cerewet, dan tak paham dunia mereka.

Terkadang ada Gen Y yang memendamnya karena alasan demi tetap bisa bekerja, namun sangat mungkin memicu terjadinya “ledakan”. Ledakan ini bisa berupa memilih keluar dan bekerja di tempat lain, atau yang paling ringan adalah menjelek-jelekkan pemimpinnya di hadapan orang lain. Hal ini tentu menghambat teamwork dan produktivitas.

Lalu, bagaimana cara terbaik seorang pemimpin dalam membina Gen Y?

Gen Y adalah generasi yang butuh diakui, dan senang diberdayakan untuk menunjukkan seberapa besar aktualisasi diri mereka. Maka, dalam membangun kapasitas dan kualitas Gen Y, pemimpin dapat memilih Explorative Learning. Cara mengajar seperti ini lebih menekankan pada proses eksplorasi sumber daya sang Gen Y.

Explorative Learning tidak dilakukan dengan banyak mengarahkan dan instruksi, namun dengan mengizinkan sang Gen Y untuk mengoptimalkan apa yang dimilikinya demi mencapai tujuan dan kualitas tertentu. Gen Y akan merasa potensinya dihargai, dan semakin semangat untuk mencari ilmu secara aktif bahkan tanpa sang pemimpin harus repot-repot mengajari.

Di dalam Training kolosal, Explorative Learning dapat dilakukan dengan memperbanyak diskusi, simulasi, dan refleksi. Pembelajaran kelas dibuat lebih dinamis dimana para Gen Y diberi banyak kesempatan untuk berpendapat dan mengeluarkan ide-ide serta menyelesaikan kasus nyata di bawah panduan pemimpin yang merangkap sebagai Trainer. Porsi presentasi satu arah perlu dikurangi.

Pada saat pembinaan personal, berikan ruang terbuka bagi Gen Y untuk memilih dan memutuskan cara terbaik dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi, selama masih dalam batas koridor. Beri kesempatan mereka untuk mencoba ide-ide baru meskipun tak pernah dilakukan dalam pengalaman sang pemimpin sebelumnya. Hindari memaksakan Gen Y untuk menggunakan cara-cara lama yang seakan “basi” dan cenderung “aman”.

Generasi X, Y, Z bukanlah tentang perbedaan, melainkan lebih kepada perubahan. Seperti kata Guru Bijak :

Guru  :  “Tahukah kamu hal apa yang tidak pernah berubah?”

Murid  :  “Hmmm”

Guru  :  (Setelah menunggu 3 menit) “Tahu kah kamu apa itu murid ku?”

Murid  :  “2 menit lagi selesai jawabannya, akan saya presentasikan kepada Guru lengkap dengan contoh dan hikmahnya”.

Guru  :  Dalam hati (OMG.. WOW)

Sumber: http://maulanasyawal.wordpress.com/2014/11/28/cara-mengelola-generasi-y/

Baca Juga

Trik & Tips 5427543213156663435

Populer

Recent

Komentar

item